SDN 042 Desa Kualu peringati hari 30S/ PKI dengan Upacara dan menaikan Bendera Setengah Tiang .

Kampar || gerbangdesanews.com – Kecamatan tambang Desa Kualu tanggal 30 September jam 8 pagi, Setiap tanggal 30 September di Indonesia setiap tahunnya diperingati sebagai peristiwa G30S/PKI. G30S/PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia telah menjadi salah satu catatan sejarah yang begitu melekat di benak masyarakat Indonesia.
Terlebih jika mengingat peristiwa pemberontakan yang dilakukan PKI dengan menculik dan membunuh para perwira TNI Angkatan Darat pada masa itu. Gerakan 30 September yang terjadi tahun 1965 menewaskan 7 perwira militer TNI-AD yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan revolusi dan pahlawan nasional RI.

Meski telah lama berlalu, tragedi tersebut selalu diingat oleh masyarakat. Ada berbagai cara yang dilakukan masyarakat guna memperingati peristiwa ini. Mulai dari memutar ulang film G30S/PKI atau sekedar mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur
Nah pada momen ini salah satu SDN yang ada di desa Kualu mengadakan upacara menaikan bendera setengah tiang demi memperingati dan mengenang peristiwa tragis yang pernah jadi catatan kelam di negeri ini .
Saat media mewawancarai kepsek SDN 042 Kualu buk ismanuria SPD beliau menyampaikan penting nya setiap sekolah mengajarkan dan memperingati setiap momen momen yang berhubungan dengan sejarah bangsa ini, karna bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarah perjuangan pahlawan nya ungkapnya
Karna kita tahu bnyak generasi-generasi muda kita saat ini yang lupa sejarah bangsa ini maka dari itu tugas kita lah sebagai tenaga pendidik dan garda terdepan di negri ini dalam mencerdaskan generasi-generasi muda bangsa ini selalu mengingatkan dan mengajarkan sejarah2 bangsa ini
Akhir kata beliau berharap dengan adanya acara peringatan 30 September ini akan memberikan pembelajaran berharga buat seluruh siswa khususnya siswa SDN 042 desa Kualu dan menumbuhkan generasi-generasi muda mudi Indonesia yang punya jiwa nasionalisme yang tinggi dan cinta negri ujarnya.
(Mardianto-GDN)




