DAERAH

TIDAK DI TEMUKAN PAPAN INFORMASI PEMBANGUNAN proyek Jembatan Penghubung Desa Karangmangu Dan Desa Perak Kurang Persiapan

Rembang,Wartadesanews.Com-Adanya kemacetan tiap hari mulai dari Desa Sarang Madura ke timur sampai ke desa seolah sudah menjadi pandangan mata sehari hari.Terutama pada Desa Sendangmulyo dan Desa Karangmangu.Karena lokasi tersebut tempat berdirinya ponpes Sarang yang menampung ribuan anak – anak santri .(sabtu 17/7/2021)

Pada saat jam – jam istirahat , anak – anak santri banyak lalu lalang untuk mencari kebutuhan hidupnya.Selain lokasi pondok , jalan tersebut juga dekat dengan pasar sehingga banyak warga yang beraktivitas hilir mudik,pergi dan pulang dari pasar.

Untuk mengatasi kemacetan tersebut pemerintah membuat jalan alternatif di pinggir pantai dari Desa Sarang Madura hingga sampai ke Desa Temperak.Karena desa Karangmangu ke Desa Perak terhalang oleh sungai maka pemerintah juga membangun jembatan.(7/7)

Hasil informasi dari dari kabid bina marga Rembang ketika di hubungi awak media melalui via telepon menerangkan, jembatan tersebut yang di kerjakan mulai bulan April tahun 2021 sesuai dengan kontrak kerja yang di sepakati oleh kontraktor enam bulan harus selesai. Untuk memastikan informasi yang berkembang tersebut awak Aspirasijabar mendatangi ke lokasi tempat proyek tersebut untuk mencari warta yang aktual dan berimbang.

Ternyata informasi yang saya terima itu benar , ketika awak media mendatangi kantor Direksi jaraknya cukup lumayan muter dan jauh dari lokasi pembangunan jembatan pun tutup ketika awak media mau meminta keterangan.Selanjutnya di lokasi proyek hanya ada dua tenaga penghurukan yang bekerja,Papan kegiatan sebagai bentuk transparansi anggaran pun tidak kami temukan di tempat sehingga dalam pengerjaan proyek tersebut di duga tidak transparansi(KIP)

Hal Ini terbukti dari bulan April sampai akhir bulan Juni 2021 alat beratnya belum ada.Ketika awak media meminta informasi kepada mandor kerja huruk, mandornya pun tidak bisa memberi keterangan.
” Saya disini juga menunggu pak Sukadi selaku kontraktor”, jawabnya
” Saya juga mau minta kejelasan kelangsungan proyek ini, jika tidak segera dikerjakan saya juga merasa rugi karena masih ada job job yang lain .pungkasnya

Awak Media menghubungi kontraktor melalui via tlf dan watshap beberapa kali tidak ada jawaban guna untuk minta waktu klarifikasi kesulitan , minta waktu untuk ketemu juga sulit , di telpon maupun di Wa juga tidak di jawab.Awak media sudah empat kali mendatangi lokasi kegiatan

Hari Sabtu 17 Juli 2021 awak Media datang ke lokasi kegiatan lagi, ternyata juga ternyata tidak bisa bertemu dengan kontraktor,kami hanya bertemu Gito selaku jasa pancang pekerja bagian pondasi jembatan.tandasnya

Gito selaku Mandor pekerja pondasi baru bekerja dua hari bersama anggotanya.
“Berapa lama kira kira pondasi bisa jadi pak?”, tanya awak Media.
“Saya mampu menyelesaikan dua puluh hari bila gak ada kesulitan”, jawab Gito selaku jasa pancang
“Kira – kira ada kesulitan pak?”, tanya awak Media.
“Ada , karena dalam perjanjian kerja saya minta air sungai dibuatkan penyekat agar bisa menyimpangkan air, ternyata tidak ada, dan saya juga menunggu kedatangan Kontraktornya”, pungkasnya.

Hasil pengamatan awak media dengan melihat pengerjaan proyek jembatan ini pasti tidak bisa selesai tepat pada waktu .

***JUMADI

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!