Uncategorized
Trending

Warga Mengeluhkan Bau Menyengat dan Tumpukan Sampah Menyelimuti Griya Sutera Balaraja: Warga Pertanyakan Retribusi Sampah Yang Sia-Sia

Kabupaten Tangerang || Gerbangdesanews.com – Aroma tak sedap dan tumpukan sampah yang menggunung menjadi pemandangan lumrah di Perumahan Griya Sutera Balaraja. Selasa, 23/04/2024

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah pungutan retribusi sampah yang rutin dilakukan kepada warga.

Menurut penuturan Alex, salah satu warga Griya Sutera, kekacauan pengelolaan sampah ini sudah berlangsung lama. “Ini sudah tidak beres, Katanya sampah diambil tiga kali seminggu, tapi kenyataannya jauh dari itu” keluhnya.

Warga diharuskan membayar retribusi sampah sebesar Rp25.000 per-satu rumah. Retribusi ini dikumpulkan oleh koordinator RT (Rukun Tetangga) dan disetorkan kepada Sopir Mobil Sampah.

Namun, janji pengambilan sampah tiga kali seminggu tak kunjung terpenuhi, sampah menumpuk berhari-hari, menimbulkan bau menyengat dan mengundang lalat serta hewan liar.

“Baunya tidak karuan, apalagi kalau musim hujan. Sampahnya juga berserakan di jalanan, sangat mengganggu kenyamanan” ungkap Alex.

Lanjutnya Alek memaparkan informasi “Parahnya lagi, mobil pengangkut sampah yang seharusnya melayani warga Perum Griya Sutera dengan baik, justru sering dipakai untuk mengangkut sampah ke daerah lain. Hal ini semakin memperparah kondisi di Perum Griya Sutera”

Warga pun mendesak UPT 2 DLHK Balaraja untuk segera memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Griya Sutera. “Kami sudah bayar retribusi, tapi pelayanannya seperti ini. Tolong benahi sistemnya,” tegas Alex.

Permasalahan di Griya Sutera Balaraja ini membuka pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi sampah.

Jika pungutan retribusi dilakukan secara rutin, ke mana uang tersebut dialokasikan? Mengapa pelayanan pengambilan sampah tidak sesuai dengan kesepakatan awal ?

Diperlukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang. Hal ini untuk memastikan agar retribusi sampah digunakan secara efektif dan efisien, demi menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur dan layanan pengelolaan sampah yang memadai, sedangkan masyarakat diwajibkan untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah dan mengolah sampah.

Dalam hal ini di Perum Griya Sutera, menjadi contoh nyata bahwa regulasi yang ada belum berjalan secara optimal. Diperlukan komitmen dan upaya serius dari semua pihak untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.

(Red/Tim)

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button