Daerah

Diduga APH Tutup Mata Dan Memberikan Pertambangan Ilegal Hingga Merenggut 2 Orang Korban Jiwa

Baru-baru ini telah terjadi longsor tanah galian dari aktifitas Tambang ilegal ( PETI) dan diduga telah memakan korban jiwa terhadap 2 orang meninggal dunia di lokasi kejadian pada tanggal 8, September 2023 adapun lokasi tersebut terletak di lubuk hantu arah lubuk sempuk wilayah desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang.

Hasil penelusuran investigasi media kin.co.id, di lapangan membuktikan kebenaran informasi tersebut  dan Awak Media berhasil mendapatkan informasi yang valid dari beberapa sumber mengenai fakta kejadian pada tanggal 08 September 2023.

Sumber AN mengatakan, bahwasanya benar kejadian tersebut  pada hari Jum’at 08 September 2023 itu telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia , AN mengatan , satu orang bujang dan yang satu orang sudah berkeluarga, korban merupakan warga dari desa Pesaguan Kanan pematang darat dekat SMA 1 Pesaguan kediaman dari 2 orang korban tersebut, jelas AN kepada Media, 12/09/2023.

Team investigasi  mediapun berhasil mendapatkan foto dari salah satu korban kejadian yang tertimpa longsor tersebut berikut Foto dan dokumentasi di lokasi kejadian saat kedua korban tersebut tertimbun longsor dari galian exsafator penambang ilegal.

Tapi anehnya saat awak media menghubungi kepala desa setempat seolah menutupi kejadian tersebut dan enggan untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, bahkan kepala desa menjelaskan bahwa kedua korban tersebut sudah berdamai dengan pemilik tambang tersebut sambil menghindari pertanyaan lainnya dari pihak media.

Begitupun saat team investigasi konfirmasi dengan Babinsa dan babinkamtibmas setempat, mereka menyatakan tidak mengetahui karena tidak ada pemberitahuan dari pihak kepala desa maupun keluarga korban.

Team berharap pihak APH segera bertindak terhadap para penambang emas Ilegal tersebut, diduga seolah-olah  menutup mata terhadap kejadian tersebut. Apalagi kejadian korban jiwa  sudah sering kali terjadi didaerah ketapang. YD@sin.id

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button