NASIONAL

Ruly Rahadian: Memperkaya Referensi Wartawan Melalui Program ASWAPI

*RILIS PERS*

JAKARTA (4/3), gerbangdesanews.com – Ditemui di kantonya di bilangan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Ruly Rahadian Ketua Umum Asosiasi Suara Wartawan Independen Peduli Indonesia atau ASWAPI ini memaparkan beberapa hal terkait program rutin yang sudah dijalankan dua kali ini yaitu Webinar terkait dengan dunia Kewartawanan.

“Kami mengadakan webinar tentang Kewartawanan khususnya yang berhubungan dengan media online dan berbagai bentuk media sosial berbasis digital.” Ucap Ruly membuka pembicaraan.

Baca juga:Layanan Paru, TB dan MDR di RSUD Labuang Baji Sangat Istimewa

“Dunia digital memang banyak mempermudah kerja wartawan dan media online, namun dibalik itu tersimpan berbagai persoalan kompleks yang sangat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.” Imbuhnya.

Ruly menjelaskan bahwa profesi wartawan mempunyai kompleksitas tersendiri, karena kekuatan opini media melalui karya wartawannya bisa berdampak luar biasa. Sebuah isu yang menggelontor dapat dengan mudah di patahkan atau didukung melalui media, apalagi secara faktual, masyarakat sekarang lebih memilih media online dibanding dengan media mainstream berupa fisik seperti koran, majalah, tabloid dan lainnya.

“Dengan dasar tersebut, kami ASWAPI ingin turut memberi kontribusi terhadap lingkup media digital di Indonesia pada umumnya, dan rekan-rekan wartawan pada khususnya, terutama dalam hal referensi sebagai kekuatan pendalaman analisa suatu masalah yang akan didiseminasikan ke publik.” Tegas Ruly yang juga dikenal sebagai Pemerhati Perang Asimetris dan Intelijen.

Baca juga:Ada Dugaan Kuat Bacaleg Dapil VI “HR” Pungli Uang Kelompok TKM Kemenaker RI Rp 150 Juta

Menurut Ruly, secara organisasi ASWAPI bukan organisasi besar dengan banyaknya pengurus. Jaringan kami cukup luas di wilayah NKRI, namun kami tetap memertahankan kerampingan personil organisasi dari para pengurus wilayah, agar lebih lincah dalam bergerak. Dari sisi orientasinya, ASWAPI sedang membangun pemahaman konsep bisnis berita pada wartawan anggota ASWAPI agar lebih piawai mengolah algoritma digital dan strategi monetisasi beritanya di media digital.

“Jadi platform bisnis yang sedang kami persiapkan konsepnya lebih kepada pendekatan profesi wartawan itu sendiri. Kami berharap suatu hari nanti setiap wartawan itu fokus pada profesinya, tidak belok-belok kepada bisnis yang tidak relevan dan tidak dikuasainya, serta mampu membangun integritas dirinya dalam menjaga marwah profesi yang sarat dengan intelektualitas dan etika.” ujar Ruly menjelaskan lebih lanjut.

Terkait dengan hal tersebut, ASWAPI sedang menjalankan Webinar Series setiap dua minggu sekali, dan menghadirkan narasumber yang kompeten dan berkualitas, serta memiliki rekam jejak yang konsisten di bidangnya. Adapun topik yang dihadirkan cukup beragam, seperti pada webinar terdahulu adalah mengenai Ketahanan Media Digital, kemudian mengenai peran Media Digital terkait Geopolitik Indonesia dan dunia, dan selanjutnya ASWAPI akan menghadirkan topik-topik menarik lainnya.

“Untuk webinar mendatang, kami akan mengangkat topik Peran Media Digital dalam upaya menekan Radikalisme dan Terorisme. Hal ini sangat penting, karena masyarakat perlu diberi informasi yang tepat sasaran dan mengena secara efektif, dan pastinya, ujung tombaknya adalah Wartawan.” Kata Ruly menekankan pentingnya webinar dengan topik ini diadakan.

Rencananya ASWAPI akan menghadirkan dua orang yang pernah menempati posisi kunci pada peristiwa pemboman yang pernah terjadi di tanah air, antara lain Ali Imron, mantan teroris peracik bom pada peristiwa Bom Bali I yang kini menjadi terpidana seumur hidup di Rutan Teroris Polda Metro, dan Nasir Abas mantan petinggi Jamaah Islamiyah Ketua Mantiki III Asia Tenggara.

“Kami sedang menunggu konfirmasi dan persetujuan dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Hadir ya …” Pungkas Ruly mengakhiri pembicaraan kami.

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button