DaerahNASIONAL

Ada Apa dengan Banggar dan Ketua DPRD ???

PURWAKARTA | Gerbangdesanews.com – Warga masyarakat mendorong agar Aparat Penegak Hukum melakukan pemeriksaan anggaran di Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta pada Periode 2008 sampai dengan 2019.

Banyaknya dugaan kebocoran anggaran dan ketidak beresan pelaporan keuangan pada pemerintahan Bupati Purwakarta saat kepemimpinan Dedi Mulyadi pada Periode 2008 sampai 2019, Warga Masyarakat Kabupaten Purwakarta mendorong aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan anggaran pada periode tersebut.

“Aparat penegak hukum jangan tumpul lakukan pemeriksaan anggaran saat Dedi berkuasa,itu banyak ketidak beresan”Kata Gojali salah seorang warga Perum Usman Singawinata.

menurut Gojali, Aparat Penegak Hukum bisa meminta keterangan kepada mantan mantan Kepala bagian Keuangan Pemkab Purwakarta salah satunya Irsad Nasution yang sangat tahu percis bagaimana buruknya tata kelola keuangan saat pemerintahan Dedi Mulyadi.

Gojali sangat menyayangkan sikap Aparat Penegak Hukum yang tumpul.Meski banyak pelaporan soal anggaran saat pemerintahan Dedi Mulyadi di periode 2008 sampai 2019 Namun tidak pernah ada tanggapan dan reaksi dari APH termasuk KPK.

“Sepertinya APH tak berdaya menghadapi Dedi Mulyadi yang kemungkinan APH termasuk KPK masuk angin.” Ungkap Gojali.

Sementara itu,Pengamat kebijakan Publik yang juga mantan anggota DPRD Purwakarta Agus M Yasin, mengatakan, jangan hanya terhadap Pemerintahan Dedi Mulyadi. APH juga harus berani melakukan Pemeriksaan anggaran di DPRD Purwakarta.

“APH juga harus berani melakukan periksaan penggunaan anggaran di DPRD” Kata Agus M Yasin.

Menurut Agus M Yasin, Fungsi pengawasan DPRD adalah pengawasan pelaksanaam APBD… Bukan pengawasan secara administratif.

“Ini aneh, antara ketidak mengertian yang dipelihara dan adanya dugaan yang memperalat pihak tertentu.”Ungkap Agus M Yasin.

Dikatakan Agus M Yasin, Intinya DPRD fungsinya hanya pengawas bukan pemeriksa. Jika ke luar dari kewenangan itu, maka perlu dipersoalkan urgensi kunjungannya ke Setda.

“Ini pasti ada dalang atau pembisik yang ga bener.Ketua dewan kebodoan ko dipelihara”Pungkasnya.(red)

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button