Daerah

Jelang G20, TPS3R Desa Adat Seminyak Jadi Tempat Kunjungan IORA – Delegasi Perwakilan dari 23 Negara

Badung Bali, gerbangdesanews.com- Dilansir dari mediaistinarakyat.net, Isu sampah, lingkungan, kesehatan dan ekonomi kreatif menjadi topik bahasan yang sangat menarik di dunia khususnya untuk negara – negara yang belum mempunyai solusi dan alternatif pemecahan permasalahan dari isi – isi tersebut di atas. Dan ditengah – tengah kesibukan provinsi Bali menjadi pusat diadakannya perhelatan Internasional G20 dan Negara Indonesia menjadi tuan rumahnya. TPS3R desa adat Seminyak tampil menghadirkan diri sebagai salah satu tempat pengolahan daur ulang terpadu yang mengelola sampah secara terintegrasi dan baik di lingkungan desa adat Seminyak, Badung – Bali, Ujar Suryandi Aktivis Lingkungan dari Yayasan Dalang – Daur Ulang Sinergi Indonesia dan IPR ( Indonesian Plastics Recyclers)

Suryandi saat di konfirmasi via telpon oleh awak media dari komunitas warung ngopi jurnalis – PPRI menyatakan bahwa baru kali ini saya melihat langsung ada tempat seperti tempat pengolahan sampah reduse, reuse, recycle (TPS3R) dikunjungi oleh delegasi resmi 23 negara yang tergabung dalam organisasi IORA (Indian Ocean Rim Association), mungkin barang kali baru satu – satunya TPS3R yang ada di Indonesia. Referensi apa itu IORA bisa kita dapatkan di link portal kementrian luar negeri berikut ini : https://kemlu.go.id/portal/id/read/167/halaman_list_lainnya/indian-ocean-rim-association, tambah Suryandi sambil merefensikan 2 orang Aktivis Lingkungan dari desa adat Seminyak yaitu I Komang Ruditha Hartawan dan tim dalang – daur ulang bali yaitu Arya Hindrarprayoga untuk dihubungi juga oleh awak media.

I Komang Ruditha Hartawan yang biasa dipanggil Koming pun memberikan informasi lanjutan yang telah diberikan Suryandi. Koming membenarkan apa yang disampaikan Suryandi bahwa saya dan rekan – rekan aktifis lingkungan dan daur ulang sampah serta aktifis seni budaya dan lainnya sedang sibuk – sibuknya menyiapkan kedatangan tamu – tamu perwakilan delegasi negara – negara yang mengikuti Internasional event G20. Kami sebagai warga bali sangat senang bali bisa jadi tuan rumah dan menjadi pusat tempat berjalannya kegiatan G20, tentunya kami juga sibuk mau ikutan berpartisipasi membantu memeriahkan dan menyambut berkah kedatangan tamu – tamu peserta pertemuan G20 tersebut. Dan Syukur kepada Tuhan tempat TPS3R kami di desa adat Seminyak mendapatkan kesempatan kehormatan untuk dikunjungi para perwakilan delegasi negara – negara IORA yang saat ini menjadi peserta dalam rangkaian pertemuan menjelang acara G20. Delegasi dari Organisasi IORA ini berjumlah kurang lebih dari 23 perwakilan negara yang difasilitasi oleh perwakilan kementerian Luar negeri dan BAPENAS.

Para Perwakilan Delegasi Negara dari organisasi IORA tersebut bersama – sama mengunjungi TPS3T desa adat Seminyak pada hari Kamis, tanggal 29 September 2022 menjadi awal kunjungan dan terus berlanjut hingga kini. Para Perwakilan negera tersebut menyaksikan langsung proses dari awal yaitu kedatangan sampah warga desa adat Seminyak yang dibawa oleh transportasi angkutan sampah, penurunan sampah hingga proses pemilahan sampah sampai menjadi produk daur ulang yaitu bahan pupuk organik dan papan / balik dari hasil sampah daur ulang plastik. Dimana Papan / Balik Plastik daur ulang tersebut diolah atau dijadikan beberapa produk jadi dari UMKM Masyarakat desa adat Seminyak berupa karya seni lukis, ukir, pahat dan aneka furniture seperti bangku dan meja yang berbahan baku papan / balok dari hasil daur ulang sampah plastik tersebut, jelas Koming.

Arya Hindrarprayoga dari tim dalang – daur ulang sinergi Indonesia menegaskan dan menambahkan bahwa ia juga sebagai aktifis dari NGO yang bernama kembali Sekolah Foundation yang telah berdiri dan aktif sejak tahun 2016. Terkait Kunjungan dari Perwakilan delegasi negara – negara yang tergabung dalam IORA, Arya menyampaikan bahwa sebelumnya ada Perwakilan dari negara Malaysia yaitu Mr. Azman Baharudin yang sudah lebih dahulu berkunjung sebelum kunjungan resmi yang difasilitasi oleh Kementerian Luar negeri dan Bappenas, Mr. Azman lah dengan kepeduliannya juga membantu presentasi dengan menjelaskan detail tentang apa yang iya lebih dahulu lihat dan saksikan. Dalam Acara Kunjungan dan presentasi kami kepada para delegasi tersebut langsung jadi bahan diskusi salah satunya mendapatkan tanggapan yaitu para Perwakilan delegasi bahwa mereka puas dan senang bisa menyaksikan langsung sistem pengolahan dan daur ulang sampah dan kepedulian masyarakat desa adat Seminyak, Badung – Bali. Beberapa pertanyaan dari para Perwakilan delegasi pun tak bisa terbendung dan tetap kami jawab dengan baik. Ada beberapa pertanyaan yang menjadi konsentrasi kami yaitu :
1. Kenapa tidak memproduksi massal teknologi mesin dalang – daur ulang
2. Kenapa tidak menjual produk teknologinya seperti mesin – mesin pengolahan daur ulang dan sistemnya.
3. Teknologi dan mesin dalang – daur ulang ini dari mana dan siapa yang buat
Dari Tiga pertanyaan utama inilah jadi pembahasan seru setelah presentasi, saya dan rekan – rekan dapat menjawab semua pertanyaan yang ada dalam diskusi santai. Dan untuk 3 pertanyaan utama kami menjawab bahwa kami lebih Mengutamakan untuk menjual :
1. Program edukasi kesadaran masyarakat tentang pentingnya peduli terhadap lingkungan. Dengan mengajak secara langsung warga masyarakat dimanapun khususnya untuk masyarakat di bali dan Indonesia pada umumnya untuk merubah pola pikir atau mind set tentang kepedulian Lingkungan , mengelola sampah dengan baik dan benar, sampah bukan musuh yang harus dijauhi, tapi sampah merupakan bagian terdekat kita yang harus dikelola hingga bisa menjadi sumber daya daur ulang yang menghasilkan untuk meningkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
2. Program edukasi sistem prosedur pendistribusian sampah rumah sampai TPS3R & tata cara pengelolaan sampah setelah sampai di lokasi TPS3R sera edukasi transformasi teknologi penggunaan mesin dalang – daur ulang sampah yang diproduksi oleh anak bangsa sendiri dari PT. HUMINDO MEGA PRATAMA.
3. Baru mengaplikasikannya ke masyarakat atau tempat TPS3R yang harus disiapkan dan dibuat oleh pemangkung kepentingan. Karena semuanya harus terhubung menjadi rangkaian yang terkait dan tidak boleh terputus hingga semua sistem bisa berjalan dan mendukung secara keseluruhan kegiatan program lingkungan & pengolahan / daur ulang sampah hingga menghasilkan produk daur ulang yang mempunyai nilai jual ekonomi yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan / Kemakmuran masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Ada tanggapan yang lucu dari para perwakilan delegasi negara dari IORA, mereka berkata bahwa kami para aktifis lingkungan atau penggiat TPS3R Desa Adat Seminyak, Badung Bali adalah orang gila, kenapa karena selama ini mereka menganggap bahwa banyak orang menjauhi sampah yang bau dan kumuh itu, sementara kami malah sangat senang dekat dengan sampah bahkan mengelola sampah tersebut. Hal tersebut menjadi guyonan yang menghangatkan suasana pertemuan presentasi dan diskusi pada kunjungan para perwakilan delegasi negara dari IORA, Tutup Arya mengakhiri percakapannya dengan awak media dari komunitas warung ngopi jurnalis – PPRI Indonesia.

Rilis@team_ppri indonesia

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button