Daerah

Aktivis Muda Sekaligus Humas LSM Barak Cep Jenar,Angkat Bicara Terkait Adanya Dugaan Pengembang Langgar Ketentuan No.11 Tahun 2012

Purwakarta. Dilangsir dari beberapa media cetak dan online terkait dugaan pengusahaa yang semena- mena meruksak lingkungan hidup disepamdan aliran sungai cikao dengan secara di sengaja mengambil hasil alam seperti harta Karun adanya pasir,batu-batuan dan masih banyak lagi harta Karun terdapat di bantaran sungai cikao kini menjadi polemik kontroversi dari berbagai pihak seperti aktivis peduli lingkungan,masyarakat tentunya dan lembaga LSM Barak Indonesia.

Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sempadan Sungai sudah ada aturannya baik pemanfaatan maupun kegiatan yang bisa dilakukan di dalamnya.

Pihak manapun tidak bisa secara semena mena melakukan kegiatan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan tentunya di manfaat kan dari segelintir para pengusaha saja karena belum tentu untuk masyarakat di sekitar wilayah tersebut ada ada manfaat nya,bisa jadi menimbul kan bahaya bukan keuntungan sebaliknya untuk di memanfaatkannya.

Dari sepanjang daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sempadan Sungai Cikao yang terbentang di beberapa desa seperti antara an wilayah Desa Cidahu dengan wilayah Desa Parakanlima dan wilayah dengan Desa Cisalada.

Seperti yang terjadi pada dan terlihat secara gamblang pada tanggal 18/08/2022 nampak terlihat ada kegiatan tengah- tengah area tepatnya di aliran sungai dan sempadan sungai di daerah perbatasan desa tersebut.

Mr (X)warga Desa Cidahu yang tidak mau disebut namanya mempertanyakan perihal kegiatan tersebut,” Apakah kegiatan tersebut diperbolehkan atau tidak dan kalau tidak diperbolehkan kenapa oleh pihak terkait dibiarkan. Ucapanya.

“Sebagai warga masyarakat Desa Cidahu saya mempertanyakan kepada pihak terkait, mulai dari pihak Desa, Kecamatan dan Kabupaten perihal kegiatan tersebut,dengan adanya kegiatan pengerukan material yang ada di Daerah Aliran Sungai dan Sempadan Sungai, nantinya ,baik langsung atau tidak, jelas ini akan membahayakan lingkungan disekitar daerah tersebut,dan perihal amdal maupun perijinannya apakah sudah ada dan sesuai aturan? Tuturnya.

Untuk itu semoga pihak terkait bisa dengan segera menindaklanjuti perihal kegiatan yang diduga dilakukan atas perintah pemilik dan atau pengelola kawasan Cikao Park di Daerah Aliran Sungai dan Sempadan Sungai tersebut. Pungkas Mr X.

Dari apa yang telah di luntah kan oleh salah satu warga desa sekitar berinisial X ini,kini menjadi bahan perhatian para aktivis muda dan lembaga di Purwakarta.

Sebut saja Cep Jenar adalah salah satu aktivis muda dan selaku humas LSM Barak Indonesia angkat bicara perihal dengan banyaknya muncul pemberitaan,Cep Jenar menyikapi hal tersebut, pasalnya mengapa pengusaha seharusnya mematuhi aturan UU seperti yang yang telah di amanat kan di bawah ini,”

“Menurutnya diduga pengembang cikao park langgar PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA
NOMOR : 11 TAHUN 2012 T E N T A N G RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RT/RW)KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2011-2031, jelas dari ketentuan umum peraturan zonasi kawasan lindung
Pasal 61(3)Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan resapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disusun dengan ketentuan tidak diperbolehkan kegiatan yang dapat mengurangi daya serap tanah terhadap air.”ungkapnya

Cep Jenar salah satu penggiat dan aktivis muda sekaligus humas LSM Barak menginginkan segera usut tuntas terkait dugaan para pengembang yang seolah-olah telah melanggar ketentuan UU yang berlaku di atas,tentunya untuk Bupati Purwakarta dengan melalui Aparat penegak hukum (APH),segera panggil pengusahaan tersebut yg di duga sudah melanggar aliran sungai DAS demi untuk kepentingan pribadi karena akibatnya nanti akan membahayakan warga sekitar.tutup nya.

“Muspida Purwakarta dan OPD terkait juga Satgas Citarum Harum harus segera menindak lanjutinya demi keberlangsungan ekosistem di sempadan sungi Ciko.” pungkasnya

Red

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button