Daerah

Balai Besar Kementrian BKSDA, Sosialisasikan Pentingnya Jaga Kawasan Hutan  Bagi Kelangsungan Hidup Umat Manusia

Warga Pahami Pentingnya Manfaat Hutan Bagi Kelangsungan Hidup Umat Manusia Kedepanya

BANDUNG,Wartadesanews.com – Giat penyuluhan Balai Besar Kementrian  BKSDA Wilayah 2 Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terhadap warga dan anggota kelompok Tani Hutan, mengenai adanya sejumlah larangan berburu atau penebangan pohon di kawasan hutan Kareumbi Gunung Masigit maupun di kawasan hutan Gunung Kerenceng.

Penyuluhan sosialisasi yang diadakan di tempat sekretariat kelompok Tani Wana Lestari Desa Tanjungwangi, kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Selasa 19 April 2022.

Giat penyuluhan yang di mulai sejak Pukul 13 : 00 Wib, dengan melibatkan narasumber langsung dari balai kementrian BKSDA Wilayah 2 kabupaten Bandung, di antaranya Momo, Sigit dan beberapa rekan dari BKSDA yang mendampingi dalam acara penyuluhan tersebut, dalam kesempatan acara tersebut hadir Pula Kepala Desa Sindulang Ujang Supriatna, tokoh masyarakat  Asep Gaya serta beberapa warga yang tergabung dalam anggota kelompok tani Hutan Wana Lestari dan Kelompok Tani Hutan Sawargi.

Foto Warga Masyarakat Saat Sosialisasi Penyuluhan Bersama Balai BKSDA
Foto Warga Masyarakat Saat Sosialisasi Penyuluhan Bersama Balai Besar BKSDA .

Dalam penyampaian sosialisasi atau penyuluhan sekaligus sebagai moderator dari BKSDA Momo memaparkan beberapa hal penting yang wajib di ketahui adanya beberapa larangan berburu atau membunuh binatang yang dilindungi ataupun menebang pohon kayu dan pepohonan disekitar kawasan hutan konservasi maupun hutan lindung yang dilarang pemerintah sesuai ketentuan undang – undang yang diberlakukan,

” Maka kami jabarkan beberapa aturan atau larangan baik mengenai hewan serta tumbuhan yang benar – benar bernilai bagi alam dan  berguna  bagi manusia, maka dengan adanya konflik dibeberapa pekan kebelakang mengenai satwa di dalam hutan, kita jadikan contoh atau acuan bahwa binatang tersebut dilindungi karena habitatnya hampir punah serta keberadaan di dalam hutan sulit ditemukan,

Dengan adanya sosialisasi atau penyuluhan mengenai aturan -aturan yang harus dipahami masyarakat di sekitar kawasan hutan, sambung Momo, masyarakat juga harus lebih paham dengan aturan hukum yang telah tercantum di UUD 1945 mengenai kawasan sekitar hutan, mari sama – sama kita lindungi kawasan sekitar hutan kita, baik pepohonan, binatang seperti Rusa, Macan Tutul, Anjing Hutan, kera dan Elang jawa, Landak(trenggiling) serta beberapa hewan primata lainnya yang sengaja dilindungi oleh pemerintah, mari kita jaga populasinya agar kehidupan satwa tersebut bisa berkelanjutan atau  tidak punah begitu saja, di karena itu merupakan mata rantai atau ekosistem secara alami dalam kehidupan di hutan yang menopang satu sama lainya agar hutan itu tetap alami dan lestari, Papar Momo.

Dalam kesempatan yang sama Sigit juga memperjelas dalam pemaparannya, di depan warga pada saat sosialisasi,” pemanfaatan kawasan sekitar hutan harus berkesinambungan antara manusia dengan hewan, tumbuhan atau binatang endemik lainya di sekitar hutan, itu suatu mata rantai yang  tidak bisa terpisah dalam kehidupan di kawasan hutan, ini harus betul – betul dijaga agar populasi pertumbuhannya tidak punah, baik tanaman pepohonan maupun satwa nya,

Maka dengan adanya perundang – undangan yang mengatur tentang kawasan di sekitar hutan, masyarakat harus bisa paham dan sama – sama menjaga serta merawat, agar hutan kita bisa  lestari serta memberi manfaat   kelak bagi kehidupan anak cucu kita nantinya, jelas Sigit

Disinggung juga oleh ketua Kelompok Tani Wana Lestari sekaligus tokoh masyarakat Asep Gaya memaparkan mengenai permasalahan yang selama ini terjadi antara masyarakat dengan salah satu pengelola kawasan hutan,

Asep juga menyampaikan, pengelolaan kawasan hutan oleh masyarakat secara langsung sudah mulai bisa dirasakan manfaatnya dan pengawasan terhadap kawasan sudah sejak dini dilakukan oleh warga sekitar hutan,

Tapi disini masih ada beberapa mekanisme aturan yang melarang adanya perusakan habitat satwa maupun tumbuhan pepohonan sekitar hutan yang masih belum dipahami warga, semoga dengan adanya sosialisasi penyuluhan perihal seperti ini dari balai  besar BKSDA dengan warga, mereka akan lebih paham dan mengerti  bila  penyuluhan ini dilakukan secara terus –  menerus, minimal 1 tahun sekali dan nantinya mereka pun akan paham serta mengerti betapa pentingnya kawasan hutan bagi kehidupan umat manusia kedepannya,

Lanjut Asep, berharap kedepannya warga sekitar kawsan hutan bisa sama – sama menjaga pemerintahpun paham akan kelangsungan kehidupan masyarakat sekitar hutan, mari kita sama – sama melindungi dan merawat kawasan hutan, karena hasil hutan itu bukan kayu tapi sumber manfaat hutan itu  sendiri yang ada didalamnya baik untuk warga di sekitar kawasan hutan maupun masyarakat diluar sekitar hutan, kita jaga hutan – hutan jaga kita, pungkas Asep.

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button