Desa

Niat Baik Perdayakan Warga, Proyek Pengerjaan Bronjong Terkesan Asal Jadi dan Harus di Lakukan Perbaikan Ulang

Kepala Desa Berjanji Bronjong yang Rusak Akan Ada Perbaikan

BANDUNG,Wartadesanews.com- Proyek Bronjong yang berlokasi di kp Cikalage Girang Rt 02/8 Desa Hegarmanah, Kec Cikancung, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2021, hanya baru beberapa bulan saja Bronjong tersebut sudah ambrol.

Ketika kami mengecek kelokasi pada 22 Maret 2021, dan kami cek lagi pada 8 April 2022 ternyata masih belum diperbaiki lagi.

” Menurut sumber informasi hasil klarifikasi tanggapan kepala Desa Hegarmanah, bahwa anggaran pengerjaan bronjong tesebut menghabiskan 146.000.000.00.Minggu (9/4/2022).

Bahkan ketika kami menanyakan lewat pesan Watshap kepada kepala desa Dedi berjanji, akan melakukan Perbaikan dan sudah di laksanakan 2 minggu  lebih,

” Insya Alloh perbaikan akan dilakukan tahun sekarang dan akan menyuruh orang luar yang sudah benar -benar ahli di bidangnya),

Tadinya kami berniat baik ingin memperdayakan warga karena kesanggupan ketua Rw, maka kami percayakan pekerjaan pemasangan bronjong tersebut, bahkan ia berjanji pekerjaan akan bagus sesuai speck tapi kenyataanya tidak sesuai harapan), dan terjadi ambrol pas hujan datang, papar kepala desa lewat pesan Watshap.

Nampak Dalam Foto warga di Sekitar Lokasi Proyek Bronjong, yang Menyayangkan Pekerjaan Tersebut Hanya beberapa Minggu Sudah Ambrol Lagi
Nampak Dalam Foto warga di Sekitar Lokasi Proyek Bronjong, yang Menyayangkan Pekerjaan Tersebut Hanya beberapa Minggu Sudah Ambrol Lagi.

Hasil dari keterangan beberapa warga, salah satu diantaranya  Esd dan Ccn, yang berdekatan dengan lokasi proyek tersebut  mengeluhkan dan menyayangkan kurang tranparansinya pihak pemerintah desa mengenai jumlah pagu anggarannya, ke inginan warga ingin tau berapa nilai yang di gelontorkan untuk proyek bronjong, yang menurutnya itu anggaran pemerintah harus ada tranparansi publik,

” kami warga disini merasa senang ada pembangunan bronjong tersebut apalagi dilahan kami, tapi pemerintah desa juga harus tranparansi mengenai jumlah anggaran dengan memasang papan informasi kegiatan, ini kan anggaran pemerintah bukan anggaran pribadi, jadi ada keterbukaan kepada warga dengan adanya informasi papan kegiatan dilokasi, papar ESD dan Ccn.

Minimnya pengawasan dalam pekerjaan tersebut dari pemerintah desa mengakibatkan pekerjaan tidak sesuai harapan dan harus di ulang dua kali, semoga dengan terjadinya hal seperti ini kepala desa kedepanya lebih bijak dan teliti dalam mengambil atau memberikan keputusan untuk memberikan suatu pekerjaan harus benar – benar kepada yang ahlinya jangan terulang lagi hal yang serupa, hingga harus menggelontorkan anggaran dua kali karena pemerataan pembangunan desa harus bisa dirasakan warga masyarakat desa semua.

Loading

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button